Langsung ke konten utama

PERAN PEMUDA DALAM MENGISI KEMERDEKAAN INDONESIA


Disusun oleh :
Iqbal Muhamad Sahid
NTA. 0926 09165 02 01
Diajukan untuk menempuh Pemenuhan Syarat Kecakapan Umum Pandega

Pemuda merupakan generasi penerus bangsa Indonesia yang diharapkan mampu meneruskan estafet perjuangan para generasi pendahulu khususnya para pahlawan yang telah berkorban di medan perjuangan sampai rela bertaruh nyawa. Dewasa ini peran penting pemuda sangat diharapkan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas Bangsa dan menjaga marwah Demokrasi agar Indonesia dapat mencapai cita-cita luhur yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial[1]
Pemuda diharapkan menjadi perajut benang besar bernama Indonesia yang dewasa ini dihadapkan pada kemampuan agar mampu mengisi kemerdekaan Indonesia dengan baik melalui pemupukan nasionalisme, menghindari radikalisme, memiliki sikap toleransi, serta berpihak pada marwah Demokrasi secara holistik.

Pemupukan Nasionalisme
            Pemuda sangat perlu memiliki jiwa nasionalisme yang dipupuk sejak dini agar nilai-nilai Pancasila sebagai filosofi bangsa tetap melekat dalam perbuatan sehari-hari. Cerminan tersebut dapat dilihat dalam pengejawantahan sikap pemuda yang tenggang rasa, berbudi luhur, hormat pada simbol-simbol Negara, bersedia untuk hidup bergotong royong, dan bahu-membahu mendorong agar Indonesia menjadi Negara percontohan yang harmonis oleh dunia.

Menghindari Radikalisme
            Indonesia sempat dicederai oleh oknum yang berpegang pada anggapan kebenaran absolut secara sepihak sehingga menyebabkan konflik yang panjang. Hal tersebut tentu menjadi pelajaran bagi kita khususnya para pemuda agar senantiasa memandang sesuatu dari berbagai sudut pandang dan tidak memaksakan kehendak terlebih melalui jalan radikal.


Memiliki sikap Toleransi
Berbagai permasalahan di Indonesia sempat terjadi karena dibenturkan pada hal-hal berbau SARA, padahal hal ini adalah tanggung jawab semua pihak, khususnya pemuda yang menjadi garda stabilisasi negara agar mampu menahan dan membina masyarakat secara luas agar tidak mudah terprovoksi. Hal ini juga perlu ditanggapi secara serius dimana peran pemuda sangat berperngaruh agar memiliki sikap toleransi baik itu toleransi antar umar beragama, suku, ras, ataupun antar golongan (SARA) sehingga tidak menjadi rasis yang menyebabkan perpecahan sesame bangsa Indonesia.

Berpihak pada Marwah Demokrasi
            Pemuda sangat perlu memiliki sikap yang berpihak pada marwah demokrasi agar seluruh elemen kebijakan berpihak pada masyarakat luas. Demokrasi juga mendorong agar keadilan senantiasa menjadi kunci dari keberhasilan Indonesia menyelenggarakan proses Kenegaraan sehingga pemuda pun dalam hal ini tidak boleh menutup mata apalagi menjadi sosok apatis yang hanya mementingkan kelangsungan hidup sendiri karena tanpa hadirnya pemuda kelak Indonesia tinggalah nama. Ibarat pepatah “Jika bukan kita, siapa lagi ? jika bukan sekarang kapan lagi ?”
            Begitulan peran pemuda, selalu menjadi sentral perjuangan, bukan hanya sekadar mengisi kemerdekaan tapi menjadi tolak ukur akan kemana Negara Indonesia akan dibawa, karena ditangan pemuda harapan dan masa depan Indonesia ditentukan.   

Cihampelas, 29 November 2019
             


[1] Alinea ke IV Undang-Undang Dasar 1945

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH PRAMUKA AMBALAN IR. SOEKARNO - FATMAWATI

Ir. Soekarno dan Fatmawati Sumber : google.doc Pemenuhan kebutuhan ekstrakulikuler bagi siswa – siswi dirasa perlu untuk  mengembangkan potensi diri serta mengasah minat dan bakat para siswa siswi SMA Negeri 1 Batujajar. Pada tahun 2009, Kak Yosep Setiadi diminta oleh Bapak Firman Dhany, S.Pd untuk mengembangkan Kepramukaan di lingkungan SMAN 1 Batujajar dan menjabat sebagai Pembantu Pembina. Perekrutan anggota pertama kali dilaksanakan dengan berkeliling ke setiap kelas dan berhasil mengumpulkan Anggota perintisnya ± 9 orang. Berjalan nya waktu, anggota bertambah dari semula 9 orang menjadi hampir19 orang sehingga dapat membentuk struktur kepengurusan walaupun masih bersifat sederhana, terdiri dari Pradana, Krani, Hartaka, Pemimpin Sangga, dan Juru Adat dengan susunan sebagai berikut : Mabigus                      : Drs. H Deddy Hidayat M. Pd Pembina ...

BADGE AMBALAN

BADGE AMBALAN IR. SOEKARNO - FATMAWATI GUGUS DEPAN 09-131/09-132 PANGKALAN SMAN 1 BATUJAJAR ARTI GAMBAR  Perisai dengan 6 sisi  Melambangkan bahwa Ambalan Ir. Soekarno - Fatmawati memiliki jiwa keberanian, mampu bertahan dan mempunyai perlindungan dalam mencapai tujuan.  Enam sisi melambangkan bahwa Ambalan Ir. Soekarno - Fatmawati diresmikan pada Bulan ke enam yaitu 21 Juni 2010.  Bintang Melambangkan bahwa Ambalan Ir. Soekarno - Fatmawati memiliki sifat Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa  Dua Tunas Kelapa Saling Bertolak Belakang,  melambangkan bahwa Ambalan terdiri dari satuan terpisah antara anggota Pramuka Penegak Putra dan Putri dan merupakan salah satu wadah untuk menumbuhkan tunas - tunas bangsa yang baru. Kujang Pusaka asli Sunda yang melambangkan bahwa Pramuka Ambalan Ir. Soekarno - Fatmawati yang berlokasi di Tanah Sunda harus mempertahankan nilai - nilai Tradisi dan kearifan lokal    

SANDI AMBALAN

Ketaatan adalah Bakti Kejujuran adalah Bukti Kebaikan adalah Janji Kebersamaan adalah Inti Apalah arti hidup senang  Jika berdiri diatas derita saudara Apalah arti bahagia Jika hidup hanya berpura-pura Kita ada karena bersama Jangan hancur karena ego semata Kehormatan itu suci Jaga diri atau hidup tanpa arti Jasad ada bercermin mati Karena sikap acuh tak tahu diri Amalkan Trisatya tepati Dasadarma Senyumlah dalam suka Tenanglah dalam duka Berani berbuat belajar bertanggung jawab Itulah semboyan Ambalan kita